Thursday, August 8, 2024

MANAJEMEN INOVASI DAN KEWIRAUSAHAAN

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) MELALUI INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK 

Yeni Tri Aktiningsih,  Dr. R. Endy Gunanto Marsasi MM

 

 A. PENDAHULUAN

    Strategi pengembangan bisnis PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) melalui inovasi dan diversifikasi produk merupakan topik yang menarik karena PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero) yang bertanggung jawab atas pengolahan minyak dan gas bumi di Indonesia. Perusahaan ini memiliki beberapa kilang yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia antara lain : Refinery Unit (RU) II Dumai di Sumatera, Refinery Unit (RU) III Plaju di Palembang Sumatera Selatan, Refinery Unit (RU) IV Cilacap Jawa Tengah, Refinery Unit (RU) V Balikpapan di Kalimantan Timur, Refinery Unit (RU) VI Balongan di Jawa Barat dan Refinery Unit (RU) VII Kasim di Sorong Papua. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) berkomitmen untuk menyediakan energi yang berkualitas bagi masyarakat. Dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin kompleks dan dinamis seperti fluktuasi harga minyak dan peralihan ke energi terbarukan, PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) perlu melakukan inovasi berkelanjutan dan mengadopsi strategi pengembangan bisnis yang adaptif dan inovatif. Salah satu strategi yang relevan adalah diversifikasi produk, yaitu upaya memperluas variasi produk yang dihasilkan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan pendapatan. Industri energi global sedang mengalami perubahan signifikan, yang didorong oleh berbagai faktor termasuk fluktuasi harga minyak, meningkatnya regulasi lingkungan, dan pergeseran menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) perlu beradaptasi dengan perubahan ini melalui strategi yang mengutamakan inovasi dan diversifikasi produk. PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) menghadapi tantangan yang kompleks seperti volatilitas pasar minyak, tuntutan untuk mengurangi emisi karbon, dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Namun, tantangan ini juga membuka peluang bagi PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) untuk mengadopsi inovasi dan memperluas portofolio produknya.


    Inovasi merupakan kunci untuk memenangkan persaingan di pasar global. Bessant dan Tidd (2015) mengategorikan inovasi menjadi empat jenis: inovasi produk, inovasi proses, inovasi organisasional, dan inovasi pemasaran. Inovasi produk adalah pengembangan barang atau jasa baru atau perbaikan yang signifikan terhadap produk yang sudah ada. Inovasi yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing perusahaan, terutama di sektor yang dinamis seperti energi terbarukan.

    Diversifikasi produk merupakan salah satu bentuk inovasi produk yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan mengurangi risiko ketergantungan pada produk tertentu.. Salah satu cara agar organisasi dapat tumbuh adalah dengan melakukan diversifikasi (John Bessant and Joe Tidd, 2015:429). Diversifikasi produk merupakan strategi bisnis di mana perusahaan memperluas lini produk atau jasa yang ditawarkan ke pasar guna mengurangi resiko dan memanfaatkan pasar. Diversifikasi tersebut bisa bersifat vertikal (yaitu di hilir atau di hulu dari proses yang ada saat ini untuk mendapatkan proporsi nilai tambah yang lebih besar) atau horizontal (yaitu dengan mengeksploitasi kompetensi yang ada di pasar produk tambahan) (John Bessant and Joe Tidd, 2015:395). 

Manfaat diversifikasi produk bagi Perusahaan antara lain:

  1. Mengurangi resiko bisnis: Dengan memiliki berbagai lini produk, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk saja.
  2. Meningkatkan pendapatan: Diversifikasi dapat membuka sumber pendapatan baru.
  3. Memanfaatkan sumber daya yang ada: Perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya, seperti teknologi dan kemampuan manajerial, untuk mengembangkan produk baru (Bessant & Tidd 2015) 



B. STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL 
     (PT KPI)

    Terkait strategi pengembangan bisnis PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) saya memilih materi ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 chapter 12 tentang Creating New Venture dan Chapter 13 tentang Developing Business & Talent. Dalam Chapter 12 terdapat materi tentang Asessing The Opportunity, dan di chapter 13 terdapat materi tentang Grow the Business yang menurut saya cocok dikaitkan dengan strategy pengembangan bisnis PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI). 

    Asessing the Opportunity : Materi pertemuan kedua, Chapter 12 slide 13 dan ebook halaman 372. Penelitian menegaskan bahwa kemampuan untuk mengenali dan menilai peluang merupakan faktor penentu keberhasilan usaha baru. Faktor pendorong peluang usaha baru yang lebih mendasar adalah Perubahan peraturan, misalnya persyaratan lingkungan, kesehatan dan keselamatan. Tingkat produksi minyak Indonesia yang lebih rendah dibandingkan tingkat konsumsinya memaksa Indonesia untuk melakukan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga neraca minyak bumi Indonesia menunjukkan kinerja defisit sekitar hampir 1 juta barel per hari. Kondisi defisit ini telah terjadi sejak tahun 2003, ketika Indonesia telah menjadi net importir minyak. Kondisi ini juga diperparah dengan kebutuhan Indonesia atas energi yang menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada tahun 2017, kebutuhan energi Indonesia terus tumbuh mencapai 7,1 persen per tahun, dan merupakan pengguna energi terbesar di Asia Tenggara dengan pangsa lebih dari 36 persen pengguna energi primer di Asia Tenggara. Sedangkan pada 2018, konsumsi energi primer Indonesia mencapai 185,5 setara minyak bumi (million tonnes of oil equivalent/MTOE), dengan pangsa 44,96 persen merupakan konsumsi minyak bumi. Besarnya kontribusi minyak bumi terhadap konsumsi energi nasional menunjukkan bahwa sumber energi fosil masih menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan energi nasional. Sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam dan kekayaan geografisnya, Indonesia memiliki potensi EBT (energi Baru dan Terbarukan) yang sangat besar dan prospektif. Dalam RUEN (Rencana umum Energi Nasional), pemerintah menargetkan pasokan energi primer yang bersumber dari EBT sebesar 92,2 MTOE pada 2025 dan 315,7 MTOE pada 2050. (Ringkasan Eksekutif Badan Kajian – Sekretariat Jendral DPR RI, 2020). 

    Dengan adanya target pemerintah untuk energi baru terbarukan tersebut menjadi tantangan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dalam usaha bisnisnya, Untuk menghadapi tantangan tersebut, demi pertumbuhan bisnis di Pertamina maka tantangan bisnis tersebut dijadikan peluang oleh PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) untuk melakukan pengembangan bisnis menuju Green Energy. Hal ini sejalan dengan teori Asessing the Opportunity dalam ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 bahwa PT Kilang Pertamina Internasional mampu untuk mengenali dan menilai peluang dari banyaknya tantangan yang dihadapi saat ini oleh PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dengan terus mengembangkan produksi bahan bakar nabati (BBN). 

    Grow the Business : Materi Pertemuan ketiga , Chapter 13 slide 6 dan ebook halaman 393, Pertumbuhan bisnis adalah tujuan utama banyak perusahaan, terutama ketika bisnis inti mulai matang. Bessant dan Tidd menyatakan bahwa keinginan untuk mencapai dan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang diharapkan adalah alasan umum untuk melakukan usaha baru. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) sebagai Subholding Refining & Petrochemical Pertamina memiliki misi menjadi perusahaan kilang kelas dunia. Melalui penerapan Environmental, Social, & Governance (ESG), PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) berkomitmen untuk menjalankan usaha dengan memberikan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) mengintegrasikan seluruh strategi, dan aktivitas perusahaan dengan lebih baik dalam konteks Environment, Social & Governance (ESG) terutama dengan melakukan kontribusi terhadap ekonomi, sumber daya manusia, lingkungan, serta pembangunan sosial. Diharapkan kebijakan keberlanjutan dapat menjadi komponen yang terintegrasi dari operational excellence di PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) serta berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) bermetamorfosis menuju keberlanjutan dengan berupaya meningkatkan valuasi produk—salah satunya produk ramah lingkungan (green product). 


C. INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK DI PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (KPI)

    Terkait inovasi dan diversifikasi produk di PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), saya memilih materi ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 Chapter 11 tentang Developing New Product & Services dan Chapter 13 tentang Developing Business & Talent, serta Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia oleh Zuhdy Syaiful Anhar dan Endy Gunanto Marsasi 2022. Dalam Chapter 11 terdapat materi tentang The New Product Development Process dan Chapter 13 terdapat materi tentang diversify

    The New Product Development Process : Materi pertemuan pertama Chapter 11 slide 3 dan ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 halaman 324.
Bessant dan Tidd (2015) menguraikan beberapa tahapan dalam pengembangan produk baru antara lain : 
  • Identifikasi Kebutuhan Pasar: Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah langkah pertama dalam proses inovasi. Ini mencakup pengumpulan data dari berbagai sumber untuk memahami tren pasar dan preferensi konsumen (Bessant & Tidd, 2015, hal. 323-326). PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) melakukan analisis pasar untuk mengidentifikasi permintaan akan bahan bakar yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai energi baru terbarukan, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) mengidentifikasi bahwa dengan adanya kebijakan tersebut dan mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil maka terdapat kebutuhan pasar akan Energi Baru Terbarukan (EBT) sehingga mendorong PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) untuk melakukan inovasi dan memproduksi bahan bakar ramah lingkungan.
  • Konsep dan Desain Produk: Setelah kebutuhan pasar diidentifikasi, langkah berikutnya adalah mengembangkan konsep produk yang inovatif. Proses ini melibatkan tim lintas disiplin untuk memastikan bahwa konsep produk dapat memenuhi kebutuhan pasar dan standar regulasi (Bessant & Tidd, 2015, hal. 326-330). PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) terus berusaha untuk menggerakkan inovasi, riset, dan teknologi di setiap lini perusahaan. Keseriusan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) untuk terus mengembangkan inovasi produk dengan melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan lintas fungsi di internal PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) maupun di lingkup Pertamina (Persero) dan subholding lain seperti PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) untuk mengembangkan produk ramah lingkungan yaitu salah satunya adalah mengembangkan produk Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) atau Hydotreated Vegetable Oil (HVO) sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil tradisional.
  • Pengujian dan Validasi: Produk harus diuji dalam skala kecil sebelum diluncurkan secara komersial. Pengujian melibatkan berbagai metode seperti uji laboratorium, uji lapangan, dan evaluasi oleh pengguna awal (Bessant & Tidd, 2015, hal. 330-334). PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) bersama Research &Technology Centre (RTC) melakukan uji coba Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesle) atau HVO untuk memastikan kinerja dan keamanannya. Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) merupakan bahan bakar 100% Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) yang diproduksi dari 100% bahan nabati (Renewable Material) dengan karakteristik spesifikasi Cetane Number > 70 dan kandungan Sulfur yang sangat rendah (< 5 ppm). Sample produk Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) dilakukan pengujian laboratorium terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan spesifikasi sebelum diluncurkan dan dikomersialisasikan.



  • Peluncuran dan Komersialisasi: Setelah produk diuji dan divalidasi, langkah selanjutnya adalah meluncurkannya ke pasar disertai dengan strategi pemasaran yang komprehensif untuk meningkatkan kesadaran dan adopsi produk (Bessant & Tidd, 2015, hal. 334-338). PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) meluncurkan produk Pertamina RD (Renewable Diesel) atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) ke pasar sebagai bagian dari portofolio produk energi terbarukan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI). Kualitas produk Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) menjaga mesin dan meningkatkan power lebih maksimal, juga sangat ramah lingkungan dengan standar EURO 5. Pada saat komersialisasi, Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) telah mendapat Sertifikat Internasional Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Komersialisasi Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD) di ranah internasional diawali dengan pengapalan perdana ekspor produk HVO ke Singapura pada Agustus hingga Oktober 2022 ini. Selain itu Pertamina Group juga melakukan penjajakan kerjasama penjualan Pertamina RD ke pasar Eropa. 
    Hal ini sejalan dengan Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia 2022 oleh Zuhdy Syaiful Anhar dan Endy Gunanto Marsasi 2022 dimana perlu mencari solusi baru dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang (Grant et al., 2021). Perseroan menerapkan pendekatan inovatif dalam manajemen pemasaran, terutama dalam hal produk. Perusahaan fokus pada dua aspek utama: Produk Inti dan Produk Augmented. Pada Produk Inti, inovasi diintegrasikan untuk memberikan nilai unik kepada pelanggan, menciptakan keunggulan kompetitif, dan menciptakan nilai tambah yang signifikan. Perseroan terus berupaya meningkatkan kualitas produk dan fitur-fitur inti. Dalam proses ini, inovasi menjadi kunci untuk memenuhi bahkan melampaui ekspektasi pelanggan, sehingga Perseroan melakukan inovasi produk. 

    Diversivy : Materi pertemuan ketiga Chapter 13 slide 7, ebook halaman 395, Usaha korporasi sering kali dibentuk dalam upaya menciptakan bisnis baru dalam konteks korporasi, dan oleh karena itu mewakili upaya untuk tumbuh melalui diversifikasi. Diversifikasi tersebut bisa bersifat vertikal (yaitu di hilir atau di hulu dari proses yang ada saat ini untuk mendapatkan proporsi nilai tambah yang lebih besar) atau horizontal (yaitu dengan mengeksploitasi kompetensi yang ada di pasar produk tambahan). PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) mampu melakukan diversifikasi produk dari bahan bakar fosil menuju bahan nabati (renewable material) yaitu Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD) yang juga sejalan dengan jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia 2022 oleh Endy Gunanto Marsasi menyebutkan bahwa diferensiasi diperlukan dengan menciptakan inovasi agar mampu Bersaig. Inovasi merupakan kunci utama keberhasilan suatu perusahaan. Inovasi menjadi sangat penting sebagai upaya untuk menghadapi tantangan bisnis yang terus berubah dan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. 

    Inovasi memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk atau layanan baru, meningkatkan efisiensi operasional, dan menemukan peluang bisnis baru. Dengan berinovasi, perusahaan dapat memperluas pangsa pasar, menarik lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan pendapatan. Inovasi juga memungkinkan perusahaan untuk membedakan dirinya dari kompetitor dalam industri yang sama. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, perusahaan yang tidak berinovasi akan berisiko tertinggal dan kehilangan pangsa pasar kepada kompetitor yang lebih inovatif. Apalagi iklim bisnis terus berubah dengan cepat. Teknologi baru, tren pasar, dan kebutuhan pelanggan yang berubah menjadi tantangan dan peluang bagi perusahaan. Dengan berinovasi, perusahaan dapat mempertahankan keunggulan kompetitif yang kuat, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan mengambil keuntungan dari peluang baru yang muncul. 

 D. KESIMPULAN

    Tantangan dalam energi fosil dan adanya regulasi pemerintah tentang energi bari terbarukan (EBT) telah mendorong PT Kilang Pertamina Internasional melakukan inovasi dan diversifikasi produk untuk mngembangkan bisnis PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) yang tidak hanya memproduksi dan menyediakan energi dari bahan baku yang berasal dari fosil namun dapat memproduksi energi dengan bahan baku minyak nabati yaitu Pertamina Reneable Diesel (Pertamina RD) yang merupakan 100% Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) yang ramah lingkungan. Pertamina RD yang merupakan produk andalan terbaru bahan bakar nabati HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) ini telah diluncurkan dan pernah dipergunakan untuk mendukung ajang internasional Jakarta E-Prix 2022 pada 4 Juni 2022. Produk ini adalah produk unggulan ramah lingkungan hasil olahan dari BioRefinery Cilacap dan Biorefinery Dumai. Kilang Cilacap, saat ini memiliki kemampuan menghasilkan HVO hingga 3000 barrel per/hari dan ditargetkan terus meningkat hingga 6000 barrel/hari di tahun 2026, sedangkan BioRefinery Dumai memiliki kapasitas produksi HVO hingga 1.000 barrels per hari. HVO yang diproduksi PT Kilang Pertamina Internasional ini telah dipastikan keandalannnya dengan memperoleh International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), yang menjadi bukti produk ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon sehingga layak disebut sebagai green product. Sertifikasi karbon berkelanjutan ISCC diinisiasi oleh adanya kebijakan Renewable Energy Directive (RED) serta Fuel Quality Directive (FQD) yang diimplementasikan di Uni Eropa. 

    Inovasi yang telah dilakukan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) tersebut merupakan Upaya dan kerjsama semua lini dan subholding di PERTAMINA group serta adanya dukungan dari Direksi Pertamina untuk terus melakukan inovasi berkelanjutan sebagai strategi PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dalam mengembangkan bisnis yang dituntun untuk terus beradaptasi dengan kondisi dan tantangan era saat ini. 
     Strategi diversifikasi produk merupakan langkah yang tepat bagi PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dalam menghadapi dinamika industri energi. Dengan diversifikasi produk, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) tidak hanya dapat mengurangi risiko bisnis tetapi juga meningkatkan pendapatan dan memanfaatkan sumber daya yang ada serta mendukung program Pemerintah dalam mempercepat transisi energi. 
     PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) telah berinvestasi untuk mengembangkan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) melakukan kolaborasi dengan sub holding lainnya untuk mengakses teknologi dan pasar baru sehingga proses inovasi dari identifikasi awal sampai dengan peluncuran/komersialisasi berjalan dengan lancar. 
     Dalam menjaga budaya berinovasi, berkarya, dan berprestasi, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) mengembangkan sebuah tim yang dikenal dengan sebutan Subject Matter Experts (SME). Tim tersebut bertindak selaku coaching, auditor, juri, sampai bisa bertindak selaku konsultan agar inovator-inovator di PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) mampu berkembang dan lebih berprestasi lagi. Selain tim SME, PT KPI juga sedang menyiapkan sebuah rumah atau wadah yang mampu menampung seluruh aset pengetahuan dari inovasi-inovasi yang telah dikembangkan KPI yang mana jumlahnya telah mencapai ribuan. KPI akan siapkan rumah untuk aset ini, karena biar bagaimanapun seluruh inovasi ini adalah aset pengetahuan di mana bisa menjadi project percontohan untuk subholding lain. Ide untuk membangun rumah aset pengetahuan tersebut telah menjadi strategic initiative dan menjadi breakthrough serta menjadi sebuah rumah inovasi yang bisa diakses oleh seluruh pekerja KPI sebagai bahan masukan pada saat mereka akan melakukan replikasi dari inovasi-inovasi yang sudah berjalan di KPI. 

Daftar Pustaka 
  • Annual Report PT Kilang Pertamina Internasional tahun 2022
  • Ahmad Nazri Siregar1 , Endy Gunanto Marsasi, 2024 Implementation of Omnichannel Improves Business Performance Based on Integrated Marketing Communication
  • Bessant, J., & Tidd, J. (2015). Innovation and Entrepreneurship. 3rd ed. Wiley
  • Buletin Refinery PT Kilang Pertamina Internasional edisi 3 Juni 2023
  • Muhammad Farhan Fauzi1 , Endy Gunanto Marsasi, 2023 UTILITY THEORY APPLICATIONS THROUGH THE CONCEPT OF INNOVATION ADOPTION IN THE MARKETING PROGRAM OF FARMERS' DOCTORS
  • Ringkasan Eksekutif Sekretariat Jendral DRP RI, Analisis Ringkas Cepat No. 13/arc.PKA/IV/2020 PENGEMBANGAN EBT : CAPAIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKONOMI DAN LINGKUNGAN
  • Terbukti Berkualitas Tinggi, Pertamina Renewable Diesel Andalan PT KPI Siap Tembus Pasar Eropa | Pertamina
  • Zuhdi Syaiful Anhar, Endy Gunanto Marsasi, 2022, Strategi Mempertahankan Bisnis Pada Toko Kue Balok Parikesit Sisingamangaraja Dengan Pendekatan Business Model Canvas

Lampiran:

No comments:

MANAJEMEN INOVASI DAN KEWIRAUSAHAAN

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) MELALUI INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK  Yeni Tri Aktiningsih,   Dr...