STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) MELALUI INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK
Yeni Tri Aktiningsih, Dr. R. Endy Gunanto Marsasi MM
A. PENDAHULUAN
Strategi pengembangan bisnis PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT
KPI) melalui inovasi dan diversifikasi produk merupakan topik yang menarik karena PT
KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) merupakan salah satu anak
perusahaan dari PT Pertamina (Persero) yang bertanggung jawab atas pengolahan minyak
dan gas bumi di Indonesia. Perusahaan ini memiliki beberapa kilang yang tersebar di
berbagai lokasi di Indonesia antara lain : Refinery Unit (RU) II Dumai di Sumatera,
Refinery Unit (RU) III Plaju di Palembang Sumatera Selatan, Refinery Unit (RU) IV
Cilacap Jawa Tengah, Refinery Unit (RU) V Balikpapan di Kalimantan Timur, Refinery
Unit (RU) VI Balongan di Jawa Barat dan Refinery Unit (RU) VII Kasim di Sorong Papua.
PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) berkomitmen untuk menyediakan energi yang
berkualitas bagi masyarakat. Dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin
kompleks dan dinamis seperti fluktuasi harga minyak dan peralihan ke energi terbarukan,
PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) perlu melakukan inovasi
berkelanjutan dan mengadopsi strategi pengembangan bisnis yang adaptif dan inovatif.
Salah satu strategi yang relevan adalah diversifikasi produk, yaitu upaya memperluas
variasi produk yang dihasilkan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan pendapatan.
Industri energi global sedang mengalami perubahan signifikan, yang didorong oleh
berbagai faktor termasuk fluktuasi harga minyak, meningkatnya regulasi lingkungan, dan
pergeseran menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan. PT Kilang Pertamina
Internasional (PT KPI) perlu beradaptasi dengan perubahan ini melalui strategi yang
mengutamakan inovasi dan diversifikasi produk. PT KILANG PERTAMINA
INTERNASIONAL (PT KPI) menghadapi tantangan yang kompleks seperti volatilitas
pasar minyak, tuntutan untuk mengurangi emisi karbon, dan kebutuhan untuk
meningkatkan efisiensi operasional. Namun, tantangan ini juga membuka peluang bagi PT
KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) untuk mengadopsi inovasi dan
memperluas portofolio produknya.
Inovasi merupakan kunci untuk memenangkan persaingan di pasar global. Bessant
dan Tidd (2015) mengategorikan inovasi menjadi empat jenis: inovasi produk, inovasi
proses, inovasi organisasional, dan inovasi pemasaran. Inovasi produk adalah
pengembangan barang atau jasa baru atau perbaikan yang signifikan terhadap produk yang
sudah ada. Inovasi yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing
perusahaan, terutama di sektor yang dinamis seperti energi terbarukan.
Diversifikasi produk merupakan salah satu bentuk inovasi produk yang bertujuan
untuk memperluas jangkauan pasar dan mengurangi risiko ketergantungan pada produk
tertentu.. Salah satu cara agar organisasi dapat tumbuh adalah dengan melakukan
diversifikasi (John Bessant and Joe Tidd, 2015:429). Diversifikasi produk merupakan
strategi bisnis di mana perusahaan memperluas lini produk atau jasa yang ditawarkan ke
pasar guna mengurangi resiko dan memanfaatkan pasar. Diversifikasi tersebut bisa bersifat
vertikal (yaitu di hilir atau di hulu dari proses yang ada saat ini untuk mendapatkan proporsi
nilai tambah yang lebih besar) atau horizontal (yaitu dengan mengeksploitasi kompetensi
yang ada di pasar produk tambahan) (John Bessant and Joe Tidd, 2015:395).
Manfaat diversifikasi produk bagi Perusahaan antara lain:
- Mengurangi resiko bisnis: Dengan memiliki berbagai lini produk, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan
pada satu jenis produk saja.
- Meningkatkan pendapatan: Diversifikasi dapat membuka sumber pendapatan baru.
- Memanfaatkan sumber daya yang ada:
Perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya, seperti teknologi dan kemampuan
manajerial, untuk mengembangkan produk baru (Bessant & Tidd 2015)
B. STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI)
Terkait strategi pengembangan bisnis PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) saya
memilih materi ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 chapter 12 tentang Creating New
Venture dan Chapter 13 tentang Developing Business & Talent. Dalam Chapter 12 terdapat
materi tentang Asessing The Opportunity, dan di chapter 13 terdapat materi tentang Grow
the Business yang menurut saya cocok dikaitkan dengan strategy pengembangan bisnis PT
Kilang Pertamina Internasional (PT KPI).
Asessing the Opportunity : Materi pertemuan kedua, Chapter 12 slide 13 dan ebook
halaman 372. Penelitian menegaskan bahwa kemampuan untuk mengenali dan menilai
peluang merupakan faktor penentu keberhasilan usaha baru. Faktor pendorong peluang
usaha baru yang lebih mendasar adalah Perubahan peraturan, misalnya persyaratan
lingkungan, kesehatan dan keselamatan. Tingkat produksi minyak Indonesia yang lebih
rendah dibandingkan tingkat konsumsinya memaksa Indonesia untuk melakukan impor
minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga neraca minyak bumi Indonesia
menunjukkan kinerja defisit sekitar hampir 1 juta barel per hari. Kondisi defisit ini telah
terjadi sejak tahun 2003, ketika Indonesia telah menjadi net importir minyak. Kondisi ini
juga diperparah dengan kebutuhan Indonesia atas energi yang menunjukkan tren yang terus
meningkat. Pada tahun 2017, kebutuhan energi Indonesia terus tumbuh mencapai 7,1
persen per tahun, dan merupakan pengguna energi terbesar di Asia Tenggara dengan pangsa
lebih dari 36 persen pengguna energi primer di Asia Tenggara. Sedangkan pada 2018,
konsumsi energi primer Indonesia mencapai 185,5 setara minyak bumi (million tonnes of
oil equivalent/MTOE), dengan pangsa 44,96 persen merupakan konsumsi minyak bumi.
Besarnya kontribusi minyak bumi terhadap konsumsi energi nasional menunjukkan bahwa
sumber energi fosil masih menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam dan kekayaan geografisnya, Indonesia
memiliki potensi EBT (energi Baru dan Terbarukan) yang sangat besar dan prospektif.
Dalam RUEN (Rencana umum Energi Nasional), pemerintah menargetkan pasokan energi
primer yang bersumber dari EBT sebesar 92,2 MTOE pada 2025 dan 315,7 MTOE pada
2050. (Ringkasan Eksekutif Badan Kajian – Sekretariat Jendral DPR RI, 2020).
Dengan adanya target pemerintah untuk energi baru terbarukan tersebut menjadi
tantangan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dalam usaha bisnisnya, Untuk
menghadapi tantangan tersebut, demi pertumbuhan bisnis di Pertamina maka tantangan
bisnis tersebut dijadikan peluang oleh PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) untuk
melakukan pengembangan bisnis menuju Green Energy. Hal ini sejalan dengan teori
Asessing the Opportunity dalam ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 bahwa PT Kilang
Pertamina Internasional mampu untuk mengenali dan menilai peluang dari banyaknya
tantangan yang dihadapi saat ini oleh PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dengan
terus mengembangkan produksi bahan bakar nabati (BBN).
Grow the Business : Materi Pertemuan ketiga , Chapter 13 slide 6 dan ebook halaman
393, Pertumbuhan bisnis adalah tujuan utama banyak perusahaan, terutama ketika bisnis
inti mulai matang. Bessant dan Tidd menyatakan bahwa keinginan untuk mencapai dan
mempertahankan tingkat pertumbuhan yang diharapkan adalah alasan umum untuk
melakukan usaha baru. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) sebagai Subholding
Refining & Petrochemical Pertamina memiliki misi menjadi perusahaan kilang kelas dunia.
Melalui penerapan Environmental, Social, & Governance (ESG), PT Kilang Pertamina
Internasional (PT KPI) berkomitmen untuk menjalankan usaha dengan memberikan
perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI)
mengintegrasikan seluruh strategi, dan aktivitas perusahaan dengan lebih baik dalam
konteks Environment, Social & Governance (ESG) terutama dengan melakukan kontribusi
terhadap ekonomi, sumber daya manusia, lingkungan, serta pembangunan sosial.
Diharapkan kebijakan keberlanjutan dapat menjadi komponen yang terintegrasi dari
operational excellence di PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) serta berkontribusi
terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). PT Kilang Pertamina Internasional (PT
KPI) bermetamorfosis menuju keberlanjutan dengan berupaya meningkatkan valuasi
produk—salah satunya produk ramah lingkungan (green product).
C. INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK DI PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (KPI)
Terkait inovasi dan diversifikasi produk di PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI),
saya memilih materi ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 Chapter 11 tentang Developing
New Product & Services dan Chapter 13 tentang Developing Business & Talent, serta
Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia oleh Zuhdy Syaiful Anhar dan Endy
Gunanto Marsasi 2022. Dalam Chapter 11 terdapat materi tentang The New Product
Development Process dan Chapter 13 terdapat materi tentang diversify.
The New Product Development Process : Materi pertemuan pertama Chapter 11 slide
3 dan ebook John Bessant & Joe Tidd 2015 halaman 324.
Bessant dan Tidd (2015) menguraikan beberapa tahapan dalam pengembangan produk baru
antara lain :
- Identifikasi Kebutuhan Pasar: Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan
adalah langkah pertama dalam proses inovasi. Ini mencakup pengumpulan data dari
berbagai sumber untuk memahami tren pasar dan preferensi konsumen (Bessant &
Tidd, 2015, hal. 323-326). PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) melakukan
analisis pasar untuk mengidentifikasi permintaan akan bahan bakar yang lebih bersih
dan berkelanjutan. Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai energi baru
terbarukan, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) mengidentifikasi bahwa
dengan adanya kebijakan tersebut dan mengurangi ketergantungan akan bahan bakar
fosil maka terdapat kebutuhan pasar akan Energi Baru Terbarukan (EBT) sehingga
mendorong PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) untuk melakukan inovasi dan
memproduksi bahan bakar ramah lingkungan.
- Konsep dan Desain Produk: Setelah kebutuhan pasar diidentifikasi, langkah
berikutnya adalah mengembangkan konsep produk yang inovatif. Proses ini
melibatkan tim lintas disiplin untuk memastikan bahwa konsep produk dapat
memenuhi kebutuhan pasar dan standar regulasi (Bessant & Tidd, 2015, hal. 326-330).
PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) terus berusaha untuk menggerakkan
inovasi, riset, dan teknologi di setiap lini perusahaan. Keseriusan PT Kilang Pertamina
Internasional (PT KPI) untuk terus mengembangkan inovasi produk dengan
melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan lintas fungsi di internal PT Kilang
Pertamina Internasional (PT KPI) maupun di lingkup Pertamina (Persero) dan
subholding lain seperti PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) untuk mengembangkan
produk ramah lingkungan yaitu salah satunya adalah mengembangkan produk
Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) atau Hydotreated Vegetable Oil (HVO)
sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil
tradisional.
- Pengujian dan Validasi: Produk harus diuji dalam skala kecil sebelum diluncurkan
secara komersial. Pengujian melibatkan berbagai metode seperti uji laboratorium, uji
lapangan, dan evaluasi oleh pengguna awal (Bessant & Tidd, 2015, hal. 330-334). PT
Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) bersama Research &Technology Centre
(RTC) melakukan uji coba Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesle) atau HVO
untuk memastikan kinerja dan keamanannya. Pertamina RD (Pertamina Renewable
Diesel) merupakan bahan bakar 100% Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) yang
diproduksi dari 100% bahan nabati (Renewable Material) dengan karakteristik
spesifikasi Cetane Number > 70 dan kandungan Sulfur yang sangat rendah (< 5 ppm).
Sample produk Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) dilakukan pengujian
laboratorium terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan spesifikasi
sebelum diluncurkan dan dikomersialisasikan.


- Peluncuran dan Komersialisasi: Setelah produk diuji dan divalidasi, langkah
selanjutnya adalah meluncurkannya ke pasar disertai dengan strategi pemasaran yang
komprehensif untuk meningkatkan kesadaran dan adopsi produk (Bessant & Tidd,
2015, hal. 334-338). PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) meluncurkan produk
Pertamina RD (Renewable Diesel) atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) ke pasar
sebagai bagian dari portofolio produk energi terbarukan PT Kilang Pertamina
Internasional (PT KPI). Kualitas produk Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel)
atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) menjaga mesin dan meningkatkan power
lebih maksimal, juga sangat ramah lingkungan dengan standar EURO 5. Pada saat
komersialisasi, Pertamina RD (Pertamina Renewable Diesel) atau Hydrotreated
Vegetable Oil (HVO) telah mendapat Sertifikat Internasional Sustainability and
Carbon Certification (ISCC). Komersialisasi Pertamina Renewable Diesel (Pertamina
RD) di ranah internasional diawali dengan pengapalan perdana ekspor produk HVO
ke Singapura pada Agustus hingga Oktober 2022 ini. Selain itu Pertamina Group juga
melakukan penjajakan kerjasama penjualan Pertamina RD ke pasar Eropa.
Hal ini sejalan dengan Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia 2022 oleh Zuhdy
Syaiful Anhar dan Endy Gunanto Marsasi 2022 dimana perlu mencari solusi baru dan
beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang (Grant et al.,
2021). Perseroan menerapkan pendekatan inovatif dalam manajemen pemasaran, terutama
dalam hal produk. Perusahaan fokus pada dua aspek utama: Produk Inti dan Produk
Augmented. Pada Produk Inti, inovasi diintegrasikan untuk memberikan nilai unik kepada
pelanggan, menciptakan keunggulan kompetitif, dan menciptakan nilai tambah yang
signifikan. Perseroan terus berupaya meningkatkan kualitas produk dan fitur-fitur inti.
Dalam proses ini, inovasi menjadi kunci untuk memenuhi bahkan melampaui ekspektasi
pelanggan, sehingga Perseroan melakukan inovasi produk.
Diversivy : Materi pertemuan ketiga Chapter 13 slide 7, ebook halaman 395, Usaha
korporasi sering kali dibentuk dalam upaya menciptakan bisnis baru dalam konteks
korporasi, dan oleh karena itu mewakili upaya untuk tumbuh melalui diversifikasi.
Diversifikasi tersebut bisa bersifat vertikal (yaitu di hilir atau di hulu dari proses yang ada
saat ini untuk mendapatkan proporsi nilai tambah yang lebih besar) atau horizontal (yaitu
dengan mengeksploitasi kompetensi yang ada di pasar produk tambahan). PT KILANG
PERTAMINA INTERNASIONAL (PT KPI) mampu melakukan diversifikasi produk dari
bahan bakar fosil menuju bahan nabati (renewable material) yaitu Pertamina Renewable
Diesel (Pertamina RD) yang juga sejalan dengan jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen
Indonesia 2022 oleh Endy Gunanto Marsasi menyebutkan bahwa diferensiasi diperlukan
dengan menciptakan inovasi agar mampu Bersaig. Inovasi merupakan kunci utama
keberhasilan suatu perusahaan. Inovasi menjadi sangat penting sebagai upaya untuk
menghadapi tantangan bisnis yang terus berubah dan untuk mencapai pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Inovasi memungkinkan perusahaan untuk menciptakan produk atau layanan baru,
meningkatkan efisiensi operasional, dan menemukan peluang bisnis baru. Dengan
berinovasi, perusahaan dapat memperluas pangsa pasar, menarik lebih banyak pelanggan,
dan meningkatkan pendapatan. Inovasi juga memungkinkan perusahaan untuk
membedakan dirinya dari kompetitor dalam industri yang sama. Dalam dunia bisnis yang
kompetitif, perusahaan yang tidak berinovasi akan berisiko tertinggal dan kehilangan
pangsa pasar kepada kompetitor yang lebih inovatif. Apalagi iklim bisnis terus berubah
dengan cepat. Teknologi baru, tren pasar, dan kebutuhan pelanggan yang berubah menjadi
tantangan dan peluang bagi perusahaan. Dengan berinovasi, perusahaan dapat
mempertahankan keunggulan kompetitif yang kuat, mampu menyesuaikan diri dengan
perubahan teknologi dan mengambil keuntungan dari peluang baru yang muncul.
D. KESIMPULAN
Tantangan dalam energi fosil dan adanya regulasi pemerintah tentang energi bari
terbarukan (EBT) telah mendorong PT Kilang Pertamina Internasional melakukan inovasi
dan diversifikasi produk untuk mngembangkan bisnis PT Kilang Pertamina Internasional
(PT KPI) yang tidak hanya memproduksi dan menyediakan energi dari bahan baku yang
berasal dari fosil namun dapat memproduksi energi dengan bahan baku minyak nabati yaitu
Pertamina Reneable Diesel (Pertamina RD) yang merupakan 100% Hydrotreated
Vegetable Oil (HVO) yang ramah lingkungan. Pertamina RD yang merupakan produk
andalan terbaru bahan bakar nabati HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) ini telah
diluncurkan dan pernah dipergunakan untuk mendukung ajang internasional Jakarta E-Prix
2022 pada 4 Juni 2022. Produk ini adalah produk unggulan ramah lingkungan hasil olahan
dari BioRefinery Cilacap dan Biorefinery Dumai. Kilang Cilacap, saat ini memiliki
kemampuan menghasilkan HVO hingga 3000 barrel per/hari dan ditargetkan terus
meningkat hingga 6000 barrel/hari di tahun 2026, sedangkan BioRefinery Dumai memiliki
kapasitas produksi HVO hingga 1.000 barrels per hari. HVO yang diproduksi PT Kilang
Pertamina Internasional ini telah dipastikan keandalannnya dengan memperoleh
International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), yang menjadi bukti produk
ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon sehingga layak disebut sebagai green
product. Sertifikasi karbon berkelanjutan ISCC diinisiasi oleh adanya kebijakan
Renewable Energy Directive (RED) serta Fuel Quality Directive (FQD) yang
diimplementasikan di Uni Eropa.
Inovasi yang telah dilakukan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) tersebut
merupakan Upaya dan kerjsama semua lini dan subholding di PERTAMINA group serta
adanya dukungan dari Direksi Pertamina untuk terus melakukan inovasi berkelanjutan
sebagai strategi PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dalam mengembangkan bisnis
yang dituntun untuk terus beradaptasi dengan kondisi dan tantangan era saat ini.
Strategi diversifikasi produk merupakan langkah yang tepat bagi PT Kilang
Pertamina Internasional (PT KPI) dalam menghadapi dinamika industri energi. Dengan
diversifikasi produk, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) tidak hanya dapat
mengurangi risiko bisnis tetapi juga meningkatkan pendapatan dan memanfaatkan sumber
daya yang ada serta mendukung program Pemerintah dalam mempercepat transisi energi.
PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) telah berinvestasi untuk
mengembangkan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar. PT Kilang
Pertamina Internasional (PT KPI) melakukan kolaborasi dengan sub holding lainnya untuk
mengakses teknologi dan pasar baru sehingga proses inovasi dari identifikasi awal sampai
dengan peluncuran/komersialisasi berjalan dengan lancar.
Dalam menjaga budaya berinovasi, berkarya, dan berprestasi, PT Kilang Pertamina
Internasional (PT KPI) mengembangkan sebuah tim yang dikenal dengan sebutan Subject
Matter Experts (SME). Tim tersebut bertindak selaku coaching, auditor, juri, sampai bisa
bertindak selaku konsultan agar inovator-inovator di PT Kilang Pertamina Internasional
(PT KPI) mampu berkembang dan lebih berprestasi lagi. Selain tim SME, PT KPI juga
sedang menyiapkan sebuah rumah atau wadah yang mampu menampung seluruh aset
pengetahuan dari inovasi-inovasi yang telah dikembangkan KPI yang mana jumlahnya
telah mencapai ribuan. KPI akan siapkan rumah untuk aset ini, karena biar bagaimanapun
seluruh inovasi ini adalah aset pengetahuan di mana bisa menjadi project percontohan
untuk subholding lain. Ide untuk membangun rumah aset pengetahuan tersebut telah
menjadi strategic initiative dan menjadi breakthrough serta menjadi sebuah rumah inovasi
yang bisa diakses oleh seluruh pekerja KPI sebagai bahan masukan pada saat mereka akan
melakukan replikasi dari inovasi-inovasi yang sudah berjalan di KPI.
Daftar Pustaka
- Annual Report PT Kilang Pertamina Internasional tahun 2022
- Ahmad Nazri Siregar1 , Endy Gunanto Marsasi, 2024 Implementation of Omnichannel
Improves Business Performance Based on Integrated Marketing Communication
- Bessant, J., & Tidd, J. (2015). Innovation and Entrepreneurship. 3rd ed. Wiley
- Buletin Refinery PT Kilang Pertamina Internasional edisi 3 Juni 2023
- Muhammad Farhan Fauzi1 , Endy Gunanto Marsasi, 2023 UTILITY THEORY
APPLICATIONS THROUGH THE CONCEPT OF INNOVATION ADOPTION IN THE
MARKETING PROGRAM OF FARMERS' DOCTORS
- Ringkasan Eksekutif Sekretariat Jendral DRP RI, Analisis Ringkas Cepat No.
13/arc.PKA/IV/2020 PENGEMBANGAN EBT : CAPAIAN DAN DAMPAKNYA
TERHADAP EKONOMI DAN LINGKUNGAN
- Terbukti Berkualitas Tinggi, Pertamina Renewable Diesel Andalan PT KPI Siap Tembus Pasar Eropa | Pertamina
- Zuhdi Syaiful Anhar, Endy Gunanto Marsasi, 2022, Strategi Mempertahankan Bisnis Pada
Toko Kue Balok Parikesit Sisingamangaraja Dengan Pendekatan Business Model Canvas
Lampiran:
No comments:
New comments are not allowed.